Minggu, 15 Februari 2015

"Catatan kecil ku untuk Mu...


     Jika benar Cinta itu karna Allah, maka biarkan lah ia mengalir mengikuti aliran Allah. Karena hakikat nya ia berhulu dari Allah, maka ia pun berhilir hanya kepada Allah. Karena hati ini begitu mudah untuk di bolak-balikan, maka serahkan rasa yang belum halal itu pada yang memberi & memiliki-Nya. Biarkan Allah yang mengatur semua nya hingga 'keIndahan' itu datang pada waktu nya...

     Aku tak dapat merangkai kalimat cinta yg indah dan berbunga, sebelum ku tahu kepada siapa kalimat cinta itu ku tuju. Aku tak dapat mengumbar sejuta imaji yang indah, sebelum kutahu bersama siapa semua itu kan kuraih. Karena ku ingin "JATUH CINTA" setelah semua "HALAL". Dimana semua keindahan cinta sudah halal kurengkuh dalam kata dan nyataku karena-Nya...

     Banyak dua sejoli yg menjalin "Cinta terlarang/pacaran". Mereka bangga dan berbunga2 bila mengucapkan atau mendengar pada pasangan nya kata ; "My Love, My Honney, My sweety dll...
Namun bagi ku ucapan tersebut hanya layak saat hubungan tersebut telah halal. Aku hanya bangga,bahagia dan merindukan ucapan; "DUHAI ISTERIKU TERSAYANG"

Bukankah itu lebih Romantis, terhormat dan pasti nya di Ridhoi oleh Allah...???!

Hmmm, kapan yaaa.. saat itu tiba......


Bila cinta ku memilih mu, kau tau itu bukan pilihan ku tapi pilihan-Nya.
Bila cinta ku memilih mu, itu bukan karena cinta ku pada mu, tapi karena Dia mencintai kita.
Bila cinta ku memilih mu, biarkan waktu yang menjawab siapakah diri mu.
Bila cinta ku memilih mu, aku yakin cinta-Nya telah memilih mu untuk menjadi teman bagiku menyempurnakan setengah agama ini.
Bila cinta ku memilih mu, izinkan ku habiskan sisa usia ku untuk menjaga mu....


     Wanita sholehah, akan senantiasa menjaga cintanya hanya pada seorang yang kelak sudah di halal kan oleh dunia dan akhirat untuk nya. Dia tidak akan mengumbar kata-kata indah kepada siapa pun, Dia tidak akan menebar pesona yang di miliki nya. Karena baginya CINTA adalah Jalan untuk menyempurna kan ibadah dalam meraih Ridho Rabb-Nya.

Jodoh mu adalah cermin dirimu.
Jodoh mu berbanding lurus dgn kualitas dirimu


Wahai Sahabat....

"Jangan memberi harapan pada yg belum pasti, kelak ada insan yang bakal di lukai"
"Jangan menaruh harapan pada yg belum tentu di miliki, nanti hati yg kecewa sendiri".

     Sebaliknya, gantunglah segenap pengharapan mu kepada Yg Maha Memberi, niscaya dirimu tak sesekali dizalimi, karena Dia mendengar pengharapan mu setiap kali, dan Dia menunaikan nya dgn cara-Nya tersendiri.


     Di antara bentuk cinta dan kasih kepada suami adalah bertutur kata dengan manis, lembut & mesra. Manisnya tutur kata istri dapat memikat dan mempesonakan hati suami. Kata-kata mu laksana tetesan air yg begitu menyejukkan bagi suami mu. Sesungguh nya lelaki membutuhkan ketenangan dan ketentraman di dalam jiwanya. Dia membutuhkan ruang yang dapat membuat nya teduh.

Ke mana lagi kiranya dia mencari keteduhan hati jika tidak pada diri mu????....

Selasa, 03 Februari 2015

السلام عليك يا فاطمة الزهـــــــــــراء

السلام عليك يابضعة الرسول
السلام عليك يا قبلة الوصول
السلام عليك يا أم الحسنين
السلام عليك ياقرة العـــينين
السلام عليك يازهـــــــــــرة
السلام عليك يازوجة حــيدرة

بفَـاطِـمَـةْ قَـــدْ صَـفَــا حَـاِلــي وَ نِـلْــتُ الْــمَــرَامْ                بِـضْـعَــةْ مُـحَـمَّــدْ حَـبِـيْــبُ اللهِ خَــيْــرُ ا لأَنَــــامْ

أَعْلَـى لَهَـا الُلـهُ قَـدْرً ا فِـي اْلعُـلا َ وَ الْمَـقَـامْ                      نِـعْــمَ الْـبَـتُـوْلِ الـرَّضِـيَّــةْ نُــــوْرٌ كُــــلِّ الــظُّــلاَمْ

أُمُّ الْحَسَـنْ وَ الْحُسِيـن أَهْـلُ الْمَرَاقِـي الْعِظَـامْ                   لَـهُــمْ عَـطَـايَـا مِـــنَ الْـمَـوْلَــى كِــبَــارْ جُــسَــامْ

هُــمْ سَــادَةُ أَهْــلُ الْجِـنَـانِ الْعَالِـيَّـةْ يَــا غُــلاَمْ               مَــنْ حُبُّـهُـمْ صَــدَ قْ بَايَسْـكُـنْ بِــدَارِ الـسَّـلاَمْ

وَ مَــــنْ تَـعَـلَّــقْ بِــهِــمْ يَـظْـفَــرْ بِـنَـيْــلِ الْــمَــرام          أَكـرَمْـتِ يَــا بِضْـعَـةْ أَحْـمَـدْ فَانْعِـمِـي بِالـتَّـمَـامْ

وَ امْنَحِـيْ عَبْـدَ كُـمْ فِـي الْقُـرْبِ أَعْلَـى وَسَــامْ                    نَـقُــومُ بِـحَـمْـلِ رايـــاتِ الْـهــدى أَحْـسَــنْ قِـيَــامْ

تَـعُــمُّ دَعْـوَتَــه فِـــي ا لأكْـــوانِ كُــــلَّ ا لأَنَــــامْ              نَلْبَـسُ خَلْـعِ إِرْثُ مَــا يَـوصِـفْ سَنَـاهَـا كَــلاَمْ

يَــا نُــوْ رُ قَلْـبِـيْ وَ يَــا أُمِّــيْ عَلَـيْـكَ الـسَّــلاَمْ                   فِـــيْ كُـــلِّ حَـــالٍ وَ شَـــأْنٍ كُــــلِّ لَـحْـظَــةٍ دَوَامْ

عَـلَـيْـكَ صَـلَّــى ِإ لـهِــيْ مَـــعَ أَبِـيْــكَ ا لإِمَــــامْ              إمَـامْ كُـلِّ الْـوَ رَ ى فِـي كُــلِّ خَــاصٍّ وَ عَــامْ

الـشَّـافِـعُ الْمَبْـتَـغِـى يَـــومُ الـلِّـقَــاءِ و الــزِّحَــامْ                يَـــومُ الْـمَـلائِـكْ تُـنَــادِيْ جَـمْــعَ كُـــلَّ ا لأَنَــــام

غُـضُّـوْا بْصَـرَكُـمْ تَـمُـرُّ بِـنْـتِ النَّـبِـيِّ بِـالـسَّـلاَمْ          وَ نَكِّسُوْ ا رؤوْسَكُمْ مَا أَعْظَمَهُ وَ الله ُ مَقَامْ

واتََذكُريْـنِـي مَـعَـاكِ أَعْـبُـرْ وَ مَـــنْ لَـــهُ ذِمَـــامْ                   حَــاشَــاكِ يَــــا أُمُّــنَــا تَـنْـسِـيْـنَ هَــــذَا الْــغُـــلاَمْ

مَحْسُوبِكُمْ يَرتَجِيْـمِنْكُمْ بِهِ الإِهْتِمَامْ

أَنْـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــتُــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــمْ مرامُــــــــهْ وَ مَــقْـــصُـــوْدُهُ وَ نِــــعْــــمَ الْــــمَــــرامْ.

يَـــا بِـنْــتَ طـــهَ فَـــؤادِيْ فِــــيْ مَـحَـبَّـتِـكِ هَــــامْ                واللهِ أَنْــتُـــمْ مُـــــرادِيْ فِـــــي الــدُّنَـــا وَ الْـقِــيَــامْ

وَ مَـــا أَنَـــا ِإلاَّ بِـكُــمْ يَـــا سَــادَتِــيْ يَــــا كِــــرَامْ        عَلَيْكِ مَعَ وَ الِدْيـكِ أَزكَـى الصَّـلاَةُ وَ السَّـلاَمْ

وَ أَهْلُ الْكِسَاءْ وَ أهـل بَيْتِـهِ عَالِيِيْـنَ الْمَقَـامْ               وَ الصَّحْبِ أَجْمَعْ وَ مَـنْ عَلَـى هُـدَاهُ اسْتَقَـامْ

Minggu, 01 Februari 2015

Wahai seseorang yang tertulis di Lauhil Mahfudz...

Wahai calon imam ku...
Jika nama mu yang tertulis di lauhil mahfudz untuk diri ku,
niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita,
tugas ku bukan untuk mencari diri mu,
tetapi mensholehah kan diri ku,

wahai seseorang yang tertulis di lauhil mahfudzku...
imamku...
dan ayah dari anak-anak ku...
Engkau yang akan menemani perjalanan ku nanti.
Aku percaya engkau sedang memperbaiki diri mu,
memantaskan diri mu tuk jadi imam bagi tulang rusuk mu,
dan buah hati mu kelak.

Aku tidak tahu diri mu siapa dan entah di mana.
Aku cuma tau engkau ada,,, di dunia atau di surga.
akan ku simpan perasaan ajaib ini,
akan ku luapakan untuk mu setelah akad menghalal kan kita.

Ya Robb...
Aku tidak perlu orang yang sempurna untuk mendampingi ku.
Aku hanya ingin orang yang mau menjadi pelengkap kekurangan ku.
membuat aku merasa 'ADA'
membuat aku selalu 'Tersenyum dan bahagia'
dan membuat 'AKU BERUNTUNG MEMILIKINYA'

Tiada yang kebetulan melainkan semua nya telah di rancang,
dan sebaik-baik nya rancangan adalah dari mu ya Allah
jodoh itu rahasia Allah,,,
Allah sendiri yang menjanji kan,
"laki-laki yang baik untuk wanita yang baik,begitu pun sebaliknya"


'lubuk hati'







Hmmmm,,,"Wanita Karir" !!! Sebenarnya bagaimana pandangan islam dalam hal ini….??!!!

       Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan di dunia ini adalah untuk saling melengkapi satu sama lain, hingga mereka berdua dapat hidup di dunia ini dengan harmonis saling kasih dan saling sayang. Sikap yang saling melengkapi merupakan sikap yang harus di miliki satu sama lain, karena yang satu berbeda dengan yang lain, laki-laki berbeda dengan perempuan.
      Hal tersebut tidak dapat di pungkiri lagi baik secara biologis atau secara psikologis. Secara biologis organ tubuh laki-laki berbeda dengan organ tubuh perempuan,dimana Allah menciptakan seorang laki-laki dengan bertubuh kekar dan lebih kuat dibanding wanita yang telah diciptakan dengan postur tubuh yang lemah dan sensitif. Dari segi psikologis juga, Allah telah menjadikan wanita dengan tabiat yang sensitif dan lebih mendahulukan perasaan dan hati nya dari pada akal dan pikiran nya,bebeda dengan laki-laki yang selalu berfikir rasional,dan lebih mendahukukan akal dan pikiran nya dari pada perasaan. Perbedaan antara satu dan yang lain. Ini adalah sebuah fitrah yang merupakan suatu hal yang wajar.
     Jika fitrah wanita adalah bersikap lembut,penuh dengan perasaan, mudah merasa kasihan, maka tugas yang paling tepat yang sesuai dengan tabiatnya adalah merawat anak-anak, karena hal tersebut membutuhakan kelembutan kesabaran dan kasih sayang. Begitu pula mendidik mereka sehingga mereka menjadi generasi yang unggul dan bisa mengangkat kalimat "LAILAHA ILL ALLAH MUHAMMADU RASULULLAH"  setinggi-tinggi nya dan mengetahui makna nya dengan baik di dalam hati dan pikirann nya.dan ibu lah yang memiliki banyak waktu untuk menemani mereka,lain dengan ayah yang sebagian besar waktunya berada di luar membanting tulang untuk mencari nafkah.
Rasulullah SAW bersabda :
                       
كلكم راع و كلكم مسؤول عن رعيته , فالمرأة راعيته في بيت زوجها و مسؤول عن رعيتها
" Kalian semua adalah pemimpin,dan seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap yang di pimpinnya."

Selain itu Allah SWT juga berfirman dalam Al Qur'an:

ومن اياته ان خلق لكم من انفسكم أزواجا لتسكنوا اليها وجعل بينكم مودة و رحمة إِن في ذلك لأيات لقوم يتفكرون
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk mu istri-istri dari jenis mu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepada nya,dan dijadikan di antara mu rasa kasih dan sayang. Sesungguh nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terhadap tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

       Dari ayat di atas kita ambil kesimpulam bahwa di antara tugas asli wanita juga adalah membahagiakan suami dan menentramkan nya. Menjaga hartanya dan menggunakan nya sesuai dengan kebutuhan keluarga nya,merawat rumah nya sehingga rumah nya bisa menjadi surga bagi suami dan anak-anak nya. Jika saja dia benar-benar mampu menjaga keluarga nya,menentramkan suami nya,mendidik anak-anak nya dengan pendidikan islam yang benar,dengan penuh kejujuran dan keikhlasan karena ingin memperoleh ridho Allah SWT, maka keluarga nya pun akan menjadi keluarga yang harmonis,penuh dengan cinta dan kasih sayang,sehingga keluarga nya layak disebut sebagai keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
        Salah satu keistimewaan islam dan juga bukti di angkat nya derajat wanita serta kemuliaan nya adalah agama kita ini tidak pernah sama sekali membebani atau memerintahkan wanita untuk mencari nafkah atau bekerja di luar rumah. Karena dalam keadaan apapun dia sudah di nafkahi oleh wali nya,ketika ia masih singel (belum menikah),ayahnya lah yang berkewajiban untuk menafkahi nya. Jika ayah tidak mampu atau sudah tidak punya ayah lagi,maka kakak nya lah yang wajib menafkahi,ketika kakak laki-laki nya tidak mampu atau tidak punya kakak maka maka kerabatnya yang lain lah yang wajib menafkahi,jika tidak punya kerabat maka uang baitul mal lah yang menafkahi nya.
        Selain kita tahu bahwa tugas utama nya adalah dirumah lalu apakah boleh wanit itu bekerja di luar rumah atau menjadi wanita karir untuk mencari nafkah??? Islam tidak menyuruhnya untuk bekerja juga tidak melarangnya,akan tetapi islam memperbolehkan dia untuk bekerja ketika memang sudah tidak ada sama sekali orang yang menafkahi nya,dan bekerja adalah jalan satu-satunya agar dia bisa tetep hidup dan juga bisa menghidupi anak-anak nya. Karena keadaan tersebut adalah keadaan darurat,sedangkan syari'at islam mempunyai qaidah fiqhiyah.disebutkan:

الضرورات تبيح المحضورات
"keadaan darurat membolehkan hal-hal yang tidak di bolehkan(haram)."

        Jika kita lihat kembali sejarah Rasulullah Saw maka kita akan melihat banyak sekali tokoh-tokoh sahabat wanita yang juga bekerja baik di bidang perdagangan atau dibidang yang lain.kita lihat istri Rasulullah Saw sendiri yaitu Sayyidah Khadijah r.a beliau adalah orang yang sangat terkenal sekali dalam keahlian berdagang,bahkan beliau adalah wanita terkaya di mekkah pada zaman itu.Di antaranya Sayyidah Asma Binti Abu Bakar r.a,Beliau juga bekerja di ladang suaminya Zubair ibnu Awam dan mengangkat biji kurma dari ladang menuju rumahnya. Padahal jarak antara ladang dengan rumahn nya sangat jauh sekali. Dan masih banyak lagi sahabat wanita yang lain nya yang ikut andil dalam bekerja mencari nafkah.
         Perlu kita ingat bahwa di bolehkann nya untuk menjadi wanita karir atau bekerja tersebut masih terkait dengan syarat-syarat yang ditentukan syariat Islam dan para ulama menurut nash-nash Al-Qur,an dan Hadist serta maqoshid Asy-syari'ah. Syarat-syarat tersebut adalah:

1.     Harus mendapat izin dari wali atau suaminya.
Jika seorang wanita belum menikah dan masih punya wali seperti ayah atau kakak atau yang lainnya,maka dia harus minta izin terlebih dahulu kepada wali nya. Jika dia sudah menikah dan punya suami maka dia harus meminta izin dulu kepada suami nya. Jika saja suaminya melarangnya untuk bekerja sedangkan dia(istri) sudah di beri nafkah oleh suami nya,maka dia tidah boleh bekerja di luar rumah.Jika saja memang suami nya melarangnya sedangkan dia tidak di beri nafqah oleh suami nya maka dia boleh untuk keluar tanpa seizin suami nya untuk bekerja mencari nafkah karena hak suami untuk melarang istri keluar rumah adalah ketika ketika suami memberi nafkah kepadanya.

2.     Tetap menjaga penampilan
Yaitu dengan tetap menggunakan pakaian musimah yang telah Allah wajibkan kepadanya. Memakai kerudung dan menutup seluruh tubuhnya dengan pakian yang tidak mensifati postur dan bentuk tubuh nya,dan hendak nya menghindari pakaian yang terlalu sempit karena hal tersebut bisa mengundang syahwat lawan jenisnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

نصفان من اهل النار لم ارهما بعد ,قوم معهم سياط كأذنابالبقر يضربون بها الناس,و نساء كاسيات عاريات مملات مائلات,رؤوسهن كأسنمة البختالمائلة لا يدخلن الجنة و لا يجدن ريحها
" Dan golongan yang termasuk ahli neraka yang belum pernah aku lihat: Sekelompok kaum yang mempunyai pecut yang menyerupai seekor sapi,dengan itu mereka memukuli manusia yang lain,dan perempuan yang berpakaian tetapi dia telanjang,mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan pernah mencium bau syurga."

        Sedangkan yang dimaksud dengan berpakaian akan tetapi telanjang adalah seorang wanita yang memakai pakaian yang terlalu sempit sehingga semua bentuk tubuhnya terlihat.

3.     Menghindari semaksimal mungkin dari pencampuran antara laki-laki dan perempuan.
Jika saja dalam keadaan darurat wanita harus bekerja maka hendaklah dia bekerja di tempat yang tidak ada percampuran antara laki-laki dan perempuan. Misalnya menjadi guru di madrasah,di mana disitu di pisah antara kantor laki-laki dan perempuan,atau pekerjaan lain yang rata-rata pekerjaan nya adalah para wanita.Rasulullah Saw telah bersabda:

لا يخلون رجل بإمرأة إلا كان الشيطان ثلثهم
"Tidaklah laki-laki dan perempuan berduaan kecuali syetan yang menjadi ketiga nya".

       Dan seandainya dia tidak menemukan pekerjaan yang tidak ada percampuran antara laki-laki dan perempuan maka hendaklah menjaga diri,menjaga penampilan,menjaga tingkah laku dan sopan santun hingga dia terhindar dari hal-hal negativ yang tidak di inginkan.

4.      Pekerjaan sesuai dengan tabiat nya sebagai seorang wanita
Maka tidak pantas jika seorang wanita bekerja sebagai tukang batu atau kuli bangunan,karena secara biologis dia di ciptakan dengan organ tubuh yang lemah dan mempunyai tugas biologis yang berat. Seperti menstruasi,hamil,melahirkan,menyusui,dan lain sebagainya.Pekerjaan yang bertentangan dengan sifat biologis akan membahayakan kesehatan serta kehidupannya sendiri.

5.     Pekerjaan nya tidak melantarkan tugas aslinya sebagai ibu dan sebagai istri.
 Anak adalah penerus bangsa dan juga umat, jika saja pendidikan mereka terganggu maka akan berefek negatif bagi masa depan nya dan juga masa depan umat. Karena banyak sekali dampak-dampak negatif di timbulkan dari kurang perhatian nya ibu terhadap anak. Diantranya adalah menyebarnya anak-anak preman,remaja yang kecanduan sabu-sabu,ganja,heroin dan lain sebagainya. Diantara dampak negatif terhadap suami dan keluarganya adalah banyak kejadian perceraian,di karena kan kecemburuan atau yang lain nya. Maka profesi wanita sebagai wanita karir jangan sampai mengorbankan anak dan juga suami nya. Karena itu lah tugas asli nya dan juga fitrah nya sebagai wanita muslimah.

        Kesimpulan nya,islam tidak melarang wanita untu bekerja dan mengekang nya dengan hanya mewajibkan nya duduk dirumah saja. Akan tetapi syariat kita membolehkan dia untuk bekerja menjadi wanita karir dan mencari nafkah untuk diri nya sendiri atau keluarga nya,jika memang keadaan telah mendesak nya untuk bekerja akan tetapi dalam pekerjaan nya terdapat bagi maslahat bagi diri nya sendiri atau untuk umat dan masyarakat. Semisal jika pekerjaan tersebut adalah termasuk fardu kifayah,seperti guru,bidan,dokter,atau profesi yang lain,di mana profesi-profesi ini sangat dibutuhkan oleh umat.
       Akan tetapi jika memang kita sudah punya wali yang menafkahi kita atau suami yang mencukupi kebutuhan kita maka alangkah baik nya jika kita lebih condong dan lebih perhatian terhadap anak-anak kita,terhadap suami kita,serta rumah tangga kita. Dan jangan sampai kita berfikir bahwa dengan jadi ibu rumah tangga kita akan ketinggalan zaman,terkucilkan dalam kehidupan sosial kita. Justru itu adalah merupakan ladang bagi kita untuk beramal dan mendapatkan ridho Allah SWT.
       Jangan lah anda menganggap bahwa ibadah yang Allah jadikan sebagai tugas utama manusia hidup di dunia ini adalah dengan salat,puasa,dzikir di masjid saja. Akan tetapi kegiatan kita sehari-haripun bisa menjadi ibadah jika pekerjaan tersebut kita nikmati lillahi ta'ala dan hati kita tetap bersama Allah SWT, yaitu dengan tetap mantap terhadap taqdir Allah SWT dan selalu yakin bahwa semua yang Allah tugaskan kepada kita sebagai seorang muslimah adalah mempunyai hikmah,dan kita akan mendapatkan ridho-Nya jika kita memang benar-benar ikhlas dalam melakukannya.



 ألله أعلم
"semoga bermanfa'at sobat…. ;)