Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan di dunia ini adalah untuk
saling melengkapi satu sama lain, hingga mereka berdua dapat hidup di
dunia ini dengan harmonis saling kasih dan saling sayang. Sikap yang saling
melengkapi merupakan sikap yang harus di miliki satu sama lain, karena
yang satu berbeda dengan yang lain, laki-laki berbeda dengan perempuan.
Hal
tersebut tidak dapat di pungkiri lagi baik secara biologis atau
secara psikologis. Secara biologis organ tubuh laki-laki berbeda dengan
organ tubuh perempuan,dimana Allah menciptakan seorang laki-laki dengan
bertubuh kekar dan lebih kuat dibanding wanita yang telah diciptakan
dengan postur tubuh yang lemah dan sensitif. Dari segi psikologis
juga, Allah telah menjadikan wanita dengan tabiat yang sensitif dan lebih
mendahulukan perasaan dan hati nya dari pada akal dan pikiran nya,bebeda
dengan laki-laki yang selalu berfikir rasional,dan lebih mendahukukan
akal dan pikiran nya dari pada perasaan. Perbedaan antara satu dan yang
lain. Ini adalah sebuah fitrah yang merupakan suatu hal yang wajar.
Jika
fitrah wanita adalah bersikap lembut,penuh dengan perasaan, mudah merasa
kasihan, maka tugas yang paling tepat yang sesuai dengan tabiatnya adalah
merawat anak-anak, karena hal tersebut membutuhakan kelembutan kesabaran
dan kasih sayang. Begitu pula mendidik mereka sehingga mereka menjadi
generasi yang unggul dan bisa mengangkat kalimat "LAILAHA ILL ALLAH MUHAMMADU RASULULLAH"
setinggi-tinggi nya dan mengetahui makna nya dengan baik di dalam hati dan
pikirann nya.dan ibu lah yang memiliki banyak waktu untuk menemani
mereka,lain dengan ayah yang sebagian besar waktunya berada di luar
membanting tulang untuk mencari nafkah.
Rasulullah SAW bersabda :
كلكم راع و كلكم مسؤول عن رعيته , فالمرأة راعيته في بيت زوجها و مسؤول عن رعيتها
"
Kalian semua adalah pemimpin,dan seorang wanita adalah pemimpin di rumah
suaminya dan bertanggung jawab terhadap yang di pimpinnya."
Selain itu Allah SWT juga berfirman dalam Al Qur'an:
ومن اياته ان خلق لكم من انفسكم أزواجا لتسكنوا اليها وجعل بينكم مودة و رحمة إِن في ذلك لأيات لقوم يتفكرون
"Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk mu
istri-istri dari jenis mu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepada nya,dan dijadikan di antara mu rasa kasih dan sayang. Sesungguh nya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat terhadap tanda-tanda bagi
kaum yang berfikir."
Dari ayat di atas kita
ambil kesimpulam bahwa di antara tugas asli wanita juga adalah
membahagiakan suami dan menentramkan nya. Menjaga hartanya dan
menggunakan nya sesuai dengan kebutuhan keluarga nya,merawat rumah nya
sehingga rumah nya bisa menjadi surga bagi suami dan
anak-anak nya. Jika saja dia benar-benar mampu menjaga
keluarga nya,menentramkan suami nya,mendidik anak-anak nya dengan pendidikan
islam yang benar,dengan penuh kejujuran dan keikhlasan karena ingin
memperoleh ridho Allah SWT, maka keluarga nya pun akan menjadi keluarga
yang harmonis,penuh dengan cinta dan kasih sayang,sehingga keluarga nya
layak disebut sebagai keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Salah satu keistimewaan islam dan juga bukti di angkat nya derajat wanita
serta kemuliaan nya adalah agama kita ini tidak pernah sama sekali
membebani atau memerintahkan wanita untuk mencari nafkah atau bekerja
di luar rumah. Karena dalam keadaan apapun dia sudah di nafkahi oleh
wali nya,ketika ia masih singel (belum menikah),ayahnya lah yang
berkewajiban untuk menafkahi nya. Jika ayah tidak mampu atau sudah tidak
punya ayah lagi,maka kakak nya lah yang wajib menafkahi,ketika kakak
laki-laki nya tidak mampu atau tidak punya kakak maka maka kerabatnya yang
lain lah yang wajib menafkahi,jika tidak punya kerabat maka uang baitul
mal lah yang menafkahi nya.
Selain kita tahu bahwa
tugas utama nya adalah dirumah lalu apakah boleh wanit itu bekerja di luar
rumah atau menjadi wanita karir untuk mencari nafkah??? Islam tidak
menyuruhnya untuk bekerja juga tidak melarangnya,akan tetapi islam
memperbolehkan dia untuk bekerja ketika memang sudah tidak ada sama
sekali orang yang menafkahi nya,dan bekerja adalah jalan satu-satunya agar
dia bisa tetep hidup dan juga bisa menghidupi anak-anak nya. Karena
keadaan tersebut adalah keadaan darurat,sedangkan syari'at islam
mempunyai qaidah fiqhiyah.disebutkan:
الضرورات تبيح المحضورات
"keadaan darurat membolehkan hal-hal yang tidak di bolehkan(haram)."
Jika kita lihat kembali sejarah Rasulullah Saw maka kita akan melihat
banyak sekali tokoh-tokoh sahabat wanita yang juga bekerja baik di bidang
perdagangan atau dibidang yang lain.kita lihat istri Rasulullah
Saw sendiri yaitu Sayyidah Khadijah r.a beliau adalah orang yang sangat
terkenal sekali dalam keahlian berdagang,bahkan beliau adalah wanita
terkaya di mekkah pada zaman itu.Di antaranya Sayyidah Asma Binti Abu Bakar
r.a,Beliau juga bekerja di ladang suaminya Zubair ibnu Awam dan
mengangkat biji kurma dari ladang menuju rumahnya. Padahal jarak antara
ladang dengan rumahn nya sangat jauh sekali. Dan masih banyak lagi sahabat
wanita yang lain nya yang ikut andil dalam bekerja mencari nafkah.
Perlu kita ingat bahwa di bolehkann nya untuk menjadi wanita karir atau
bekerja tersebut masih terkait dengan syarat-syarat yang ditentukan
syariat Islam dan para ulama menurut nash-nash Al-Qur,an dan Hadist serta
maqoshid Asy-syari'ah. Syarat-syarat tersebut adalah:
1. Harus mendapat izin dari wali atau suaminya.
Jika
seorang wanita belum menikah dan masih punya wali seperti ayah atau
kakak atau yang lainnya,maka dia harus minta izin terlebih dahulu kepada
wali nya. Jika dia sudah menikah dan punya suami maka dia harus meminta
izin dulu kepada suami nya. Jika saja suaminya melarangnya untuk bekerja
sedangkan dia(istri) sudah di beri nafkah oleh suami nya,maka dia tidah
boleh bekerja di luar rumah.Jika saja memang suami nya melarangnya
sedangkan dia tidak di beri nafqah oleh suami nya maka dia boleh untuk
keluar tanpa seizin suami nya untuk bekerja mencari nafkah karena hak suami
untuk melarang istri keluar rumah adalah ketika ketika suami memberi
nafkah kepadanya.
2. Tetap menjaga penampilan
Yaitu
dengan tetap menggunakan pakaian musimah yang telah Allah wajibkan
kepadanya. Memakai kerudung dan menutup seluruh tubuhnya dengan pakian
yang tidak mensifati postur dan bentuk tubuh nya,dan hendak nya menghindari
pakaian yang terlalu sempit karena hal tersebut bisa mengundang syahwat
lawan jenisnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
نصفان
من اهل النار لم ارهما بعد ,قوم معهم سياط كأذنابالبقر يضربون بها الناس,و
نساء كاسيات عاريات مملات مائلات,رؤوسهن كأسنمة البختالمائلة لا يدخلن
الجنة و لا يجدن ريحها
" Dan golongan yang termasuk ahli neraka
yang belum pernah aku lihat: Sekelompok kaum yang mempunyai pecut yang
menyerupai seekor sapi,dengan itu mereka memukuli manusia yang lain,dan
perempuan yang berpakaian tetapi dia telanjang,mereka tidak akan masuk
surga dan juga tidak akan pernah mencium bau syurga."
Sedangkan yang dimaksud dengan berpakaian akan tetapi telanjang adalah
seorang wanita yang memakai pakaian yang terlalu sempit sehingga semua
bentuk tubuhnya terlihat.
3. Menghindari semaksimal mungkin dari pencampuran antara laki-laki dan perempuan.
Jika
saja dalam keadaan darurat wanita harus bekerja maka hendaklah dia
bekerja di tempat yang tidak ada percampuran antara laki-laki dan
perempuan. Misalnya menjadi guru di madrasah,di mana disitu di pisah antara
kantor laki-laki dan perempuan,atau pekerjaan lain yang rata-rata
pekerjaan nya adalah para wanita.Rasulullah Saw telah bersabda:
لا يخلون رجل بإمرأة إلا كان الشيطان ثلثهم
"Tidaklah laki-laki dan perempuan berduaan kecuali syetan yang menjadi ketiga nya".
Dan
seandainya dia tidak menemukan pekerjaan yang tidak ada percampuran
antara laki-laki dan perempuan maka hendaklah menjaga diri,menjaga
penampilan,menjaga tingkah laku dan sopan santun hingga dia terhindar
dari hal-hal negativ yang tidak di inginkan.
4. Pekerjaan sesuai dengan tabiat nya sebagai seorang wanita
Maka
tidak pantas jika seorang wanita bekerja sebagai tukang batu atau kuli
bangunan,karena secara biologis dia di ciptakan dengan organ tubuh yang
lemah dan mempunyai tugas biologis yang berat. Seperti
menstruasi,hamil,melahirkan,menyusui,dan lain sebagainya.Pekerjaan yang
bertentangan dengan sifat biologis akan membahayakan kesehatan serta
kehidupannya sendiri.
5. Pekerjaan nya tidak melantarkan tugas aslinya sebagai ibu dan sebagai istri.
Anak
adalah penerus bangsa dan juga umat, jika saja pendidikan mereka
terganggu maka akan berefek negatif bagi masa depan nya dan juga masa
depan umat. Karena banyak sekali dampak-dampak negatif di timbulkan dari
kurang perhatian nya ibu terhadap anak. Diantranya adalah menyebarnya
anak-anak preman,remaja yang kecanduan sabu-sabu,ganja,heroin dan
lain sebagainya. Diantara dampak negatif terhadap suami dan keluarganya
adalah banyak kejadian perceraian,di karena kan kecemburuan atau yang
lain nya. Maka profesi wanita sebagai wanita karir jangan sampai
mengorbankan anak dan juga suami nya. Karena itu lah tugas asli nya dan juga
fitrah nya sebagai wanita muslimah.
Kesimpulan nya,islam
tidak melarang wanita untu bekerja dan mengekang nya dengan hanya
mewajibkan nya duduk dirumah saja. Akan tetapi syariat kita membolehkan
dia untuk bekerja menjadi wanita karir dan mencari nafkah untuk diri nya
sendiri atau keluarga nya,jika memang keadaan telah mendesak nya untuk
bekerja akan tetapi dalam pekerjaan nya terdapat bagi maslahat bagi
diri nya sendiri atau untuk umat dan masyarakat. Semisal jika pekerjaan
tersebut adalah termasuk fardu kifayah,seperti
guru,bidan,dokter,atau profesi yang lain,di mana profesi-profesi ini
sangat dibutuhkan oleh umat.
Akan tetapi jika memang kita sudah
punya wali yang menafkahi kita atau suami yang mencukupi kebutuhan kita
maka alangkah baik nya jika kita lebih condong dan lebih perhatian
terhadap anak-anak kita,terhadap suami kita,serta rumah tangga kita. Dan
jangan sampai kita berfikir bahwa dengan jadi ibu rumah tangga kita akan
ketinggalan zaman,terkucilkan dalam kehidupan sosial kita. Justru itu
adalah merupakan ladang bagi kita untuk beramal dan mendapatkan ridho
Allah SWT.
Jangan lah anda menganggap bahwa ibadah yang Allah
jadikan sebagai tugas utama manusia hidup di dunia ini adalah dengan
salat,puasa,dzikir di masjid saja. Akan tetapi kegiatan kita
sehari-haripun bisa menjadi ibadah jika pekerjaan tersebut kita nikmati lillahi ta'ala dan
hati kita tetap bersama Allah SWT, yaitu dengan tetap mantap terhadap
taqdir Allah SWT dan selalu yakin bahwa semua yang Allah tugaskan kepada
kita sebagai seorang muslimah adalah mempunyai hikmah,dan kita akan
mendapatkan ridho-Nya jika kita memang benar-benar ikhlas dalam
melakukannya.
ألله أعلم
"semoga bermanfa'at sobat…. ;)
Setuju dengan tulisan ini
BalasHapus