Rabu, 11 Maret 2015

" Sedikit Goresan Pena Untuk Para Pemimpin...

      Kalau berbicara masalah "Pemimpin", jujur aja saya bukan siapa-siapa, saya bukan seorang analis atau pengamat politik, dan saya juga bukan seorang yang berpendidikan tinggi. Tetapi saya seorang anak negeri yang punya harapan kuat supaya negri ini maju dan mempunyai pemimpin yang baik dan bijaksana juga bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya.

     Jika kita sudah berbicara tentang “Pemimpin” atau “Kepemimpinan” semua orang adalah Pemimpin terutama pemimpin untuk diri sendiri dan keluarga.
Tetapi kalau kita berbicara tentang Pemimpin dalam skala luas memang agak susah, saya sendiri juga masih mencari formula dari kerakter idealnya seorang “Pemimpin Masa Depan”. Mau tidak mau atau suka tidak suka ketika kita berbicara masalah "Pemimpin" logikanya sederhana aja, kita pasti akan berbicara tentang Kemampuan, Loyalitas, Integritas, Agamis dan lain-lain.
      Sebagai seorang yang tidak berpendidikan tinggi dengan pemikiran rendah, saya akan mencoba mendeskripsikan seorang ”Pemimpin Masa Depan”.
      Sebagai seorang muslimah yang beriman saya berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-hadits. Ada salah satu Hadits Nabi Muhammad SAW mengatakan : “Tidak akan sukses suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpin.” (HR.Bukhari)
'Laki-Laki menjadi syarat seorang pemimpin'
Mengapa harus laki-laki???
jawabannya sederhana, Mereka cenderung memiliki emosi yang lebih stabil dalam beberapa keadaan dan bisa berfikir jernih dalam suasana keruh. Harus kita akui pula bahwa pria memiliki kecendrungan untuk mempengaruhi ketimbang dipengaruhi. Oleh karena itu, laki-laki menjadi syarat utama seorang pemimpin. Karen bagaimanapun juga laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita.
Jadi saya rasa untuk yang satu ini sudah cukup jelas.
      Seorang pemimpin harus bisa berkomunikasi dengan baik pada setiap orang yang di pimpinnya. Kita tahu bahwa setiap manusia memiliki sifat heterogen yang sangat tinggi. Dalam hal ini, penting bagi seorang pemimpin bisa berkomunikasi dengan baik pada setiap orang agar kehadirannnya sebagai figur “pemimpin” dapat diterima mayoritas anggotanya.
Loyalitas, ketika kita berbicara mengenai kepemimpinan, tak dipungkiri tanggung jawab menjadi kata pertama yang mungkin muncul dalam benak kita.

     Loyalitas menunjukkan apakah seseorang itu merasa punya tanggung jawab lebih atau tidak, karena seorang pemimpin tak akan menjadi pemimpin yang baik sebelum ia berani mengorbankan sesuatu untuk organisasi atau kelompok yang dipimpinnya.
      Pemimpin yang bertanggung jawab. Tanggung jawab merupakan salah satu faktor terpenting dari figur seorang pemimpin. Karena sikap melempar tanggung jawab tidaklah bagi seorang pemimpin.karena Kebiasaan melemparkan kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan kepercayaan seorang pemimpin.
Oleh sebab itu kriteria pemimpin yg bertanggung jawab sangatlah penting untuk membuat seorang pemimpin yang berkualitas, dan sukses dalam memimpin.
      Seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki jiwa (leadership) kepemimpinan. Maksud dari jiwa pemimpin adalah jiwa yang memiliki ketegasan dan responsive yang baik. Jangan sampai seorang pemimpin hanya menunggu dalam memecahkan permasalahan umat, maka lebih baik kalau seorang pemimpin memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu tindakan atau ikhtiar yang berguna bagi masyarakat luas. Karena Yang terpenting bagi seorang pemimpin bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran. Yang demikianlah merupakan pemikiran-pemikiran yang inisiatif dari seorang pemimpin.
      Seorang pemimpin haruslah bijaksana dalam hal membuat policy atau kebijakan yang akan diterapkan bagi yg d pimpinnya. Pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang dalam membuat suatu kebijakan dengan tujuan kepentingan dan kebaikan bersama. Pemimpin yang bijak, tak perlu kelihatan serba ahli menyelesaikan masalah, tapi justru memberi peluang anggotanya untuk kian terampil dan percaya diri dalam mengatasai masalah.
      Seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki akhlak yang mulia, akhlak terpuji. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang memiliki pribadi yang unggul. Pribadi yang unggul adalah kejujuran, disiplin, dan moral yang baik. Kekuatan seorang pemimpin sejati adalah kemampuan mengendalikan diri. Bagaimana mungkin memimpin orang lain dengan baik, bila memimpin diri tak sanggup. Maka sangatlah penting bagi seorang pemimpin memiliki akhlak mulia.
      Jangan lah seseorang memimpin karena ingin dihargai atau ingin menunjukan kepada orang banyak bahwa kitalah yang hebat dan yang pintar. Semakin seorang pemimpin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tidak disukai.
       Jadilah pemimpin yang bijaksana dan berakhlak mulia. Pemimpin penuh rasa tanggung jawab dan ber hati ikhlas dalam memimpin tanpa mengharapkan pujian dari orang lain.
Memiliki virus emosi, yang dimaksud virus disini adalah kemampuan untuk menularkan emosi positif secara brutal dalam waktu singkat kepada setiap anggotanya. Karena, semua hal yang kita lakukan tergantung dengan motivasi yang mendorong kita melakukan sesuatu. Semakin besar dan kuat dorongan itu, maka semakin baik pula hasil yang kita dapatkan. Minimal, ketika suatu pekerjaan didasari oleh semangat yang baik proses kerja juga dipastikan akan berlangsung positif. Oleh karena itu, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mentransfer emosi dengan baik. Dalam hal ini kita berbicara tentang emosi positif tentunya.
Mengenal medan, ketika seseorang sudah menjadi pemimpin, artinya dia telah keluar dari zona aman dari suatu kelompok, otomatis akan banyak rintangan yang akan ia hadapi kedepannya. Setidaknya, ketika seseorang telah mengenali masalah maka kemenangan awal telah ia dapatkan.

     Yang jelas, ketika kita berbicara masalah pemimpin, yang harus di garis bawahi ialah masalah proses selama ia menjadi pemimpin.
     Kepemimpinan itu tidak bisa dilihat dari inputnya, tetapi bagaimana proses merubahnya menjadi seorang yang punya karakter kepemimpinan. Artinya, seorang pemimpin haruslah berkembang sesuai dengan kebutuhan anggotanya, bukan memaksakan kepemimpinan dengan semua kemampuan yang dimilkinya. Alasannya sederhana, “masalah” itu statis, ia harus diselesaikan sesuai dengan dimensi waktunya agar dapat terselesaikan dengan baik.



Sekian dari saya dan terimakasih…..



Kutipan hadits:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (HR Bukhori Muslim)

      Pada dasarnya, hadis di atas berbicara tentang etika kepemimpinan dalam islam. Dalam hadist ini dijelaskan bahwa etika paling pokok dalam kepemimpinan adalah tanggun jawab. Semua orang yang hidup di muka bumi ini disebut sebagai pemimpin. Karena sebagai pemimpin, mereka semua memikul tanggung jawab, sekurang-kurangnya terhadap dirinya sendiri. Seorang suami bertanggung jawab atas istrinya, seorang bapak bertangung jawab kepada anak-anaknya, seorang majikan betanggung jawab kepada pekerjanya, seorang atasan bertanggung jawab kepada bawahannya, dan seorang presiden, bupati, gubernur bertanggung jawab kepada rakyat yang dipimpinnya, dst.