Kalau berbicara masalah "Pemimpin", jujur aja saya bukan siapa-siapa,
saya bukan seorang analis atau pengamat politik, dan saya juga bukan
seorang yang berpendidikan tinggi. Tetapi saya seorang anak negeri yang
punya harapan kuat supaya negri ini maju dan mempunyai pemimpin yang
baik dan bijaksana juga bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya.
Loyalitas menunjukkan apakah seseorang itu merasa punya tanggung jawab lebih atau tidak, karena seorang pemimpin tak akan menjadi pemimpin yang baik sebelum ia berani mengorbankan sesuatu untuk organisasi atau kelompok yang dipimpinnya.
Yang jelas, ketika kita berbicara masalah pemimpin, yang harus di garis bawahi ialah masalah proses selama ia menjadi pemimpin.
Sekian dari saya dan terimakasih…..
Kutipan hadits:
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (HR Bukhori Muslim)
Jika kita sudah berbicara tentang “Pemimpin” atau “Kepemimpinan” semua
orang adalah Pemimpin terutama pemimpin untuk diri sendiri dan
keluarga.
Tetapi kalau kita berbicara tentang Pemimpin dalam
skala luas memang agak susah, saya sendiri juga masih mencari formula
dari kerakter idealnya seorang “Pemimpin Masa Depan”. Mau tidak mau atau
suka tidak suka ketika kita berbicara masalah "Pemimpin" logikanya
sederhana aja, kita pasti akan berbicara tentang Kemampuan, Loyalitas,
Integritas, Agamis dan lain-lain.
Sebagai seorang yang tidak
berpendidikan tinggi dengan pemikiran rendah, saya akan mencoba
mendeskripsikan seorang ”Pemimpin Masa Depan”.
Sebagai seorang
muslimah yang beriman saya berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-hadits.
Ada salah satu Hadits Nabi Muhammad SAW mengatakan : “Tidak akan sukses
suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpin.”
(HR.Bukhari)
'Laki-Laki menjadi syarat seorang pemimpin'
Mengapa harus laki-laki???
Mengapa harus laki-laki???
jawabannya sederhana, Mereka cenderung memiliki emosi yang lebih stabil
dalam beberapa keadaan dan bisa berfikir jernih dalam suasana keruh.
Harus kita akui pula bahwa pria memiliki kecendrungan untuk mempengaruhi
ketimbang dipengaruhi. Oleh karena itu, laki-laki menjadi syarat utama
seorang pemimpin. Karen bagaimanapun juga laki-laki adalah pemimpin bagi
kaum wanita.
Jadi saya rasa untuk yang satu ini sudah cukup jelas.
Jadi saya rasa untuk yang satu ini sudah cukup jelas.
Seorang pemimpin harus bisa berkomunikasi dengan baik pada setiap orang
yang di pimpinnya. Kita tahu bahwa setiap manusia memiliki sifat
heterogen yang sangat tinggi. Dalam hal ini, penting bagi seorang
pemimpin bisa berkomunikasi dengan baik pada setiap orang agar
kehadirannnya sebagai figur “pemimpin” dapat diterima mayoritas
anggotanya.
Loyalitas, ketika kita berbicara mengenai kepemimpinan, tak dipungkiri tanggung jawab menjadi kata pertama yang mungkin muncul dalam benak kita.
Loyalitas, ketika kita berbicara mengenai kepemimpinan, tak dipungkiri tanggung jawab menjadi kata pertama yang mungkin muncul dalam benak kita.
Loyalitas menunjukkan apakah seseorang itu merasa punya tanggung jawab lebih atau tidak, karena seorang pemimpin tak akan menjadi pemimpin yang baik sebelum ia berani mengorbankan sesuatu untuk organisasi atau kelompok yang dipimpinnya.
Pemimpin
yang bertanggung jawab. Tanggung jawab merupakan salah satu faktor
terpenting dari figur seorang pemimpin. Karena sikap melempar tanggung
jawab tidaklah bagi seorang pemimpin.karena Kebiasaan melemparkan
kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah
masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan
kepercayaan seorang pemimpin.
Oleh sebab itu kriteria pemimpin yg
bertanggung jawab sangatlah penting untuk membuat seorang pemimpin yang
berkualitas, dan sukses dalam memimpin.
Seorang pemimpin yang
baik haruslah memiliki jiwa (leadership) kepemimpinan. Maksud dari jiwa
pemimpin adalah jiwa yang memiliki ketegasan dan responsive yang baik.
Jangan sampai seorang pemimpin hanya menunggu dalam memecahkan
permasalahan umat, maka lebih baik kalau seorang pemimpin memiliki
inisiatif untuk melakukan sesuatu tindakan atau ikhtiar yang berguna
bagi masyarakat luas. Karena Yang terpenting bagi seorang pemimpin bukan
memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa
yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran. Yang
demikianlah merupakan pemikiran-pemikiran yang inisiatif dari seorang
pemimpin.
Seorang pemimpin haruslah bijaksana dalam hal membuat
policy atau kebijakan yang akan diterapkan bagi yg d pimpinnya. Pemimpin
yang bijaksana adalah pemimpin yang dalam membuat suatu kebijakan
dengan tujuan kepentingan dan kebaikan bersama. Pemimpin yang bijak, tak
perlu kelihatan serba ahli menyelesaikan masalah, tapi justru memberi
peluang anggotanya untuk kian terampil dan percaya diri dalam mengatasai
masalah.
Seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki akhlak
yang mulia, akhlak terpuji. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang
memiliki pribadi yang unggul. Pribadi yang unggul adalah kejujuran,
disiplin, dan moral yang baik. Kekuatan seorang pemimpin sejati adalah
kemampuan mengendalikan diri. Bagaimana mungkin memimpin orang lain
dengan baik, bila memimpin diri tak sanggup. Maka sangatlah penting
bagi seorang pemimpin memiliki akhlak mulia.
Jangan lah
seseorang memimpin karena ingin dihargai atau ingin menunjukan kepada
orang banyak bahwa kitalah yang hebat dan yang pintar. Semakin seorang
pemimpin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin
tertekan, dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tidak disukai.
Jadilah pemimpin yang bijaksana dan berakhlak mulia. Pemimpin penuh
rasa tanggung jawab dan ber hati ikhlas dalam memimpin tanpa
mengharapkan pujian dari orang lain.
Memiliki virus emosi, yang
dimaksud virus disini adalah kemampuan untuk menularkan emosi positif
secara brutal dalam waktu singkat kepada setiap anggotanya. Karena,
semua hal yang kita lakukan tergantung dengan motivasi yang mendorong
kita melakukan sesuatu. Semakin besar dan kuat dorongan itu, maka
semakin baik pula hasil yang kita dapatkan. Minimal, ketika suatu
pekerjaan didasari oleh semangat yang baik proses kerja juga dipastikan
akan berlangsung positif. Oleh karena itu, pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang bisa mentransfer emosi dengan baik. Dalam hal ini kita
berbicara tentang emosi positif tentunya.
Mengenal medan, ketika
seseorang sudah menjadi pemimpin, artinya dia telah keluar dari zona
aman dari suatu kelompok, otomatis akan banyak rintangan yang akan ia
hadapi kedepannya. Setidaknya, ketika seseorang telah mengenali masalah
maka kemenangan awal telah ia dapatkan.
Yang jelas, ketika kita berbicara masalah pemimpin, yang harus di garis bawahi ialah masalah proses selama ia menjadi pemimpin.
Kepemimpinan itu tidak bisa
dilihat dari inputnya, tetapi bagaimana proses merubahnya menjadi
seorang yang punya karakter kepemimpinan. Artinya, seorang pemimpin
haruslah berkembang sesuai dengan kebutuhan anggotanya, bukan memaksakan
kepemimpinan dengan semua kemampuan yang dimilkinya. Alasannya
sederhana, “masalah” itu statis, ia harus diselesaikan sesuai dengan
dimensi waktunya agar dapat terselesaikan dengan baik.
Sekian dari saya dan terimakasih…..
Kutipan hadits:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (HR Bukhori Muslim)
Pada dasarnya, hadis
di atas berbicara tentang etika kepemimpinan dalam islam. Dalam hadist
ini dijelaskan bahwa etika paling pokok dalam kepemimpinan adalah
tanggun jawab. Semua orang yang hidup di muka bumi ini disebut sebagai
pemimpin. Karena sebagai pemimpin, mereka semua memikul tanggung jawab,
sekurang-kurangnya terhadap dirinya sendiri. Seorang suami bertanggung
jawab atas istrinya, seorang bapak bertangung jawab kepada anak-anaknya,
seorang majikan betanggung jawab kepada pekerjanya, seorang atasan
bertanggung jawab kepada bawahannya, dan seorang presiden, bupati,
gubernur bertanggung jawab kepada rakyat yang dipimpinnya, dst.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar